Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

Guru ngaji anakku

#ceritahariandesy " Yah cariin guru ngaji untuk Khalid ya, kalau bisa cewek yang mau datang kerumah biar bunda juga sekalian memperbaiki bacaan." Pintaku pada pak suami. Kami baru pindah sebulan lalu karena suamiku mendapatkan SK mutasi kerja ke sebuah kabupaten kecil. Daerah baru, suasana baru dan akan dapat teman baru pastinya. Setiap berpindah kota yang paling penting selain tempat tinggal adalah pendidikan anak-anak, terutama mengaji. Memang masih tingkat iqro, sebenarnya masih bisa aku sebagai ibu mengajari, hanya kalau ada guru yang lebih baik kenapa tidak? Ternyata begitu susahnya mencari. Memang ada sejenis sekolah mengaji dengan jam belajar sore hari. Namun saat melihat-lihat agak kurang nyentil di hati emak. Anak-anak bermain lari-larian sembari menunggu giliran membaca ada pula emak-emak ngerumpi di pojokan luar kelas, jadi ya gimana? Maunya seperti di tempat dulu Khalid sekolah ngaji, masuk sebelum ashar, nanti sholat asharnya jamaah, trus belajar ngaji usai ...

TERIMAKASIH CINTA PERTAMA

#cerita_harian_desy Cerita fiksi oleh Desy Faurina Dania sedang asik menatap layar HP dan menggulirkan jemarinya sambil membaca tulisan yang diketiknya. Ini tahun ajaran baru, Dania sibuk mencatat persyaratan OSPEK, takut terlewat dia mengulang - ulang setiap persyaratan yg sudah tersimpan di catatan HP. " Ribet amat sih, tinggal di foto aja apa susahnya?" Suara dari belakang membuat Dania tersentak refleks memalingkan wajah. " Damar, wah masuk kampus ini juga. Beneran Damar kan?" Mencoba memastikan yang dilihatnya, tak percaya. Damar menganggukkan kepala sambil melempar senyum manisnya. Sosok pemuda  dengan perawakan tinggi, tegap, berkulit hitam manis plus senyum teramah dengan dukungan paras gantengnya. Gadis manapun akan meleleh. Dania gadis yang memiliki paras cantik dengan kulit kuning langsat ini pun membalas dengan senyum yang tak kalah manis. Damar dan Dania adalah teman SMP dan pernah 2 tahun di kelas yang sama. Mereka cukup dekat karena selalu dala...

MAMAHKU ANAK SOSMED (Fiksi)

"Kanaya, belikan Mamah paket data dong!!" Terdengar teriakan mamah dari luar kamar dengan suara agak mono, yg kalau dari dekat bisa memekikan tekinga. "Iya mah,bentar!!!" Aku menyahut tidak kalah cempreng dengan tingkat mono sumbang. Mamah baru kenal sosial media beberapa tahun terakhir dan lagi gila-gilanya. Selalu pajang kegiatan terkininya dengan gaya super eksis. Mamah berusia 43 tahun namun dengan perawakan mungil dan masih awet muda, banyak teman-temannya bilang kalau mamah seperti 10 atau 15 tahun terlihat lebih muda. Sosok ibu tunggal pekerja keras, beliau cukup ulet setelah Papah meninggal karena serangan jantung. Beliau pegawai salah satu perusahaan swasta. Kehidupan kami cukup sederhana namun kebutuhan tidak kekurangan, ya cukuplah. Namun semenjak kecanduan Mamah dengan sosmed membuat hidup sepertinya lebih irit. Uang jajanku berkurang, makan di rumah dengan lauk alakadar, keperluan sekolah tidak lagi utama. Mungkin dananya pindah untuk baju gamis yan...