Langsung ke konten utama

Postingan

PESAN MAAF DARI BUNDA (Kehamilan)

Semenjak menjadi penjual daster di akun  Instagram @dasterzulaikha (males nautin link),  aku mendapatkan banyak pembelajaran dari banyak cerita pembeli, terutama tentang masa kehamilan. Masa suka cita bagi banyak wanita, sekaligus masa terberat yang harus dijalani. Mulai dengan masa deg-degan menunggu hasil yang keluar dari testpack hingga berita fix dari dokter kandungan. Kemudian masa ngidam di trimester pertama, masa yang tak selalu sama pada setiap ibu hamil. Ada yang sulit makan, ada yang cerewet makan, ada yang uring-uringan efek samping dari tak nyamannya rasa tubuh dengan berbagai penyesuaian baru. Ada juga yang malas mandi, susah masak karena pusing/mual mencium aroma bumbu. Kadang, mereka yang tidak mengerti, menganggap yang dialami ibu hamil hanya tingkah manja atau kelebayan saja. Sekali lagi, masa kehamilan tiap wanita itu berbeda-beda tantangannya. Kemudian memasuki trimester kedua. Sensasi sering bolak-balik BAK, rasa begah di perut dan sensasi tenda...

PELEPAS MUMET (THE POWER OF EMAK-EMAK MENULIS)

Kabut embun pagi masih nampak enggan pergi dari hamparan ilalang di belakang pekarangan rumahku. Sementara isi rumah sudah penuh kebisingan. Mulai dari suara teko pertanda air mendidih, kerusuhan pak suami yang kesulitan mencari pasangan kaos kaki atau tangisan balita yang baru beranjak bangun dari tidur mencari inangnya. Kokok ayam bagaikan nyanyian merdu, menemani aku yang sibuk dengan wajan penggorengan menyiapkan nasi goreng kesukaan untuk pengganjal perut pagi ini. Ini ceritaku hampir di setiap pagi. Menyenangkan untuk wanita yang sedari dini bercita menjadi ibu rumah tangga dengan predikat bintang lima paripurna. Namun, bisa jadi kegiatan ini berubah jadi kerusuhan, ini kalau emak-emak berdaster cantik begadang nonton drama negeri gingseng dan bangun kesiangan. Mengapa tidak ingin jadi ibu pekerja? Nanti kita cerita dilain waktu (modus biar banyak visitor blog😅). Hanya saja, jika boleh sebut salah satu alasannya adalah, aku ingin melihat anak-anakku tumbuh tanpa te...

Daster Lusuh

#ceritahariandesy Aku ibu rumah tangga. Kerjaannya nyap-nyap. Kalau tidak ngobrol berarti makan. Begitu pikir sebagian orang. Atau sekedar pikirku dalam berasumsi untuk pendapat orang lain yang hanya saya terka? *** "Akutuh kadang mider mak, biasa ngemong anak di rumah, masak ama nyuci. Tetiba dapat undangan suruh ngisi acara  gini. Haduuuh buat apa???" Tetanggaku Nia berujar demikian saat di ajak untuk menjadi salah satu pengisi acara seminar tentang kewanitaan di daerahku. Latar belakang pendidikannya yang seorang sarjana dengan nilai memuaskan dan sekarang mengikuti suami merantau jauh dari kampung halaman. Mengurus anak di rumah dan menjadi ibu rumah tangga full time. Memiliki ilmu yang begitu luas karena hobinya melahap segala jenis genre buku. Karena inilah saat acara itu diadakan aku sebagai salah satu anggota panitia berniat menjadikannya sebagai narasumber untuk berbagi kisah, hanya sharing bagaimana dia beradaptasi di perantauan. Namun dari sini aku tau, ilm...

Cemburu Bikin Senang Hati

#ceritahariandesy "Okehhh bayi-bayi, mari kita bobok siang!!!!" Emak berseru mengumpulkan anak-anak yang asik nonton tv. "Siiiaaaappp!!" Diding dan abang lari masuk kamar dengan sukarela dan senang hati. Sebab tau betul jika tak diindahkan setelah panggilan kedua aura emak bisa berubah jadi abu-abu kelam, jadilah momen bobok siang berubah horor, sebelum itu terjadi mereka memilih cari aman. Siap rebahan pada posisi masing-masing. Diding di kiri, emak di tengah, abang di kanan. Siap dengan bantal guling masing-masing dan mepet ketek emak sebagai aroma terapi pengantar bobok. "Huuuuaaaaaaaaaaahhh!!!!" Diding nangis kejer. Emak kira kejepit atau ketindih, secara emak lagi agak bengkakkan badannya. "Kenapa ding?" Emak abang serempak nanya. "Abaaaang tuuuh, Icuuuu bundakuuuuuuuuu!!!!" Diding bangkit dari kasur sambil nunjuk tangan abang yang melingkar manja di badan emak. "Aiiishhh, diding. Ini tuh bundanya samaan!!!" Abang...

BICARA DAN MENDENGARKAN

#ceritahariandesy " Iiih jangan dipotong dulu, dengar dulu sampai selesai!!" Gerutu suami setiap saya memotong pembicaraan. Entah kenapa saya sangat hobi memotong pembicaraan, entah merespon langsung tema perbincangan atau sekedar menyambung kata yang mendadak terhenti dari lawan bicara. " Sebenarnya bukan ga suka dengan sesuatu hanya saja ..." Salah seorang teman berbincang dan berhenti. " Hanya kurang sepaham? Sama aku juga." Gatal nyeletuk, main sambung kata. Saat seperti ini suami akan mulai komentar, " Jangan suka potong, orang bicara itu artinya memberi informasi, kalau kita yang lanjutkan artinya sama dengan asumsi pribadi, walau akhirnya sependapat." Apa karena saya wanita yang kebetulan lebih suka bicara atau malah banyak bicara (kalau orang Banjar bilang "lantih"). Apa memang sekedar suka menebak kata yang selanjutnya akan keluar dan seolah paham dengan yang disampaikan walau baru setengah jalan. Ada yang begini ga?? A...

Uang Bulanan

Temen saya emak-emak kece pernah bilang gini, " Uang bulanan nyantol di rekening paling lama cuma sampai tanggal sepuluh doang, sisa tanggal berikutnya udah bye ajah." Saat itu saya masih beranak satu dan usia pernikahan baru empat tahun, dengan pengalaman cetek tentang bagi membagi uang bulanan, ada yang kayak saya? Saya itu sejak masih gadis atau bisa jadi dari orok udah boros, kebawa sampai udah nikah dan beranak pinak. Bukan boros beli perkakas dapur ala-ala kolektor tuppy masa kini dengan dapur minimalis atau belanja gamis mandjah, tas branded, sepatu cantik dan perintilan fashion lain saban bulan bahkan minggu macam sosialita nyata dan sosialita versi BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita). Saya itu boros makan, apa saja yang saya lagi pengen makan ya saya beli, entah masak sendiri atau sudah siap santap, nggak peduli mau murah atau harga selangit. Mungkin nafsu perut saya lebih tinggi ketimbang nafsu mata 😅😂🤣 Ya tetap saja intinya boros juga😂🤣 (mungkin isi pe...

Guru ngaji anakku

#ceritahariandesy " Yah cariin guru ngaji untuk Khalid ya, kalau bisa cewek yang mau datang kerumah biar bunda juga sekalian memperbaiki bacaan." Pintaku pada pak suami. Kami baru pindah sebulan lalu karena suamiku mendapatkan SK mutasi kerja ke sebuah kabupaten kecil. Daerah baru, suasana baru dan akan dapat teman baru pastinya. Setiap berpindah kota yang paling penting selain tempat tinggal adalah pendidikan anak-anak, terutama mengaji. Memang masih tingkat iqro, sebenarnya masih bisa aku sebagai ibu mengajari, hanya kalau ada guru yang lebih baik kenapa tidak? Ternyata begitu susahnya mencari. Memang ada sejenis sekolah mengaji dengan jam belajar sore hari. Namun saat melihat-lihat agak kurang nyentil di hati emak. Anak-anak bermain lari-larian sembari menunggu giliran membaca ada pula emak-emak ngerumpi di pojokan luar kelas, jadi ya gimana? Maunya seperti di tempat dulu Khalid sekolah ngaji, masuk sebelum ashar, nanti sholat asharnya jamaah, trus belajar ngaji usai ...